pajak 2

Resahnya dunia penerbitan dan kepenulisan akhir-akhir ini terkait pajak bercabang ke banyak hal. Salah satunya, gerakan instan yang diadakan oleh Menkeu dan Bekraf mengundang publik untuk bertatap muka.

Pada Rabu, 13 September 2017, saya diminta mewakili Noura Publishing untuk menghadiri Undangan Dialog Perpajakan. Ternyata undangannya bersifat terbuka dan di beberapa media sosial juga disebarluaskan. Alhasil, acara yang undangannya disebar dalam waktu sangat singkat tersebut dihadiri ratusan peserta. Saya melihat perwakilan dari IKAPI, penerbit, penulis, artis, produser, dan media.

Selain disuguhi makanan ringan, kami semua disajikan hidangan utama berupa presentasi Sri Mulyani selaku Menkeu mengenai Cara Sederhana Perhitungan Pajak Penulis dan Pekerja Seni lainnya. Tentunya banyak aspek yang tidak ditampilkan secara detail dalam presentasi ini, namun kurang lebih tujuannya untuk menanggapi kebingungan yang ada selama ini dalam perhitungan pajak penulis.

Secara singkat,

(1) saat menerima penghasilan berupa royalti, penulis/pekerja seni akan dipotong langsung oleh penerbit atau pemberi penghasilan dengan aturan PPh Pasal 21 (Seniman) atau PPh Pasal 23 (honor/royalti penulis). Pajak yang telah dipotong ini akan menjadi Pengurang Pajak nantinya saat mengisi SPT Tahunan. Catatan utamanya: penulis harus senantiasa rapi dalam menyimpan bukti potong pajak yang telah disetorkan penerbit. Jika belum diberikan maka jangan lupa untuk memintanya.

(2) saat membuat SPT Tahunan, beginilah gambaran umum menghitung Pajak Penghasilan:

pajak penulis 01

(3) ini simulasinya: NN full time writer yang hanya mendapatkan penghasilan dari royalti. Bukunya baru satu yang terbit, dibanderol dengan harga Rp 50.000,-. Royalti yang diterimanya adalah 10%. Pada pelaporan pertama (Februari) bukunya laku 20.000 eksemplar. Pada pelaporan kedua (Agustus), bukunya laku 10.000 eksemplar. Maka demikian penghitungannya:

pajak penulis 02

Lapisan penghasilan kena pajak pada PPh 17

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan Rp 50.000.000,- 5%
di atas Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- 15%
di atas Rp 250.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- 25%
di atas Rp 500.000.000,- 30%

Kurang lebih demikianlah yang disampaikan Ibu Menkeu Rabu lalu. Memang hanya fokus di cara penghitungan pajak penulis dan pekerja seni. Seiring hari semakin malam, tak semua penanya bisa bertanya dan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung pun menguap tak terjawab. [shinta]