PELAJARAN BERTERIMAKASIH

Pendidik di Australia bersepakat mengatakan, “Kami lebih mengkhawatirkan anak-anak yang tak mau mengantre daripada tak bisa memecahkan soal matematika.”

Mengapa demikian? “Karena anak hanya perlu tiga bulan intensif belajar matematika, sedangkan latihan untuk mau mengantre dan memahami maknanya perlu waktu lebih dari itu.”

Intinya, etika atau tata cara berperilaku dengan baik lebih berat dipelajari anak karena menyangkut bagaimana menyikapi hidup di masa dewasa kelak.

Bersikap baik dan sopan juga diajarkan sedari kecil di sekolah-sekolah di Jepang. Anak-anak dididik terbiasa bertutur kata sopan dan mengucapkan terima kasih untuk segala bentuk kebaikan yang mereka temui sehari-hari. Misalnya, setelah selesai menyantap makan siang di sekolah, mereka berdoa untuk berterima kasih kepada Tuhan. Lalu mereka bergiliran mendatangi semua petugas dapur sekolah untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas jasa memasak dan menghidangkan makan siang. Hal seperti itu jelas bukan hal sepele. Berperilaku dengan baik tidak akan menjadi kebiasaan pada anak tanpa latihan dan praktik sehari-hari. Mengucapkan kata terimakasih adalah wujud penghormatan dan kesopanan. Kebiasaan ini mendidik anak untuk bersikap dan bertutur kata baik, di mana pun dan kepada siapa pun.

Tentu saja bukan hanya tugas guru di sekolah untuk mengajarkan anak berperilaku dan bertutur kata dengan baik. Orangtua di rumah juga harus banyak terlibat. Inilah tugas kita bersana.

Maka, marilah menjadi Ibu yang mengatakan “Tolong ambilkan… ,” ketika meminta anak mengambilkan tas yang ketinggalan, misalnya. Dan jadilah Ayah yang memuji, “Ayah bangga kepadamu,” sebagai penghormatan atas sikap terpuji anak ketika dia ikut salat Jumat.  Mari biasakan  mengucapkan kata “Tolong”, “Terima kasih”, “Maaf”, “Kamu baik sekali, Nak!”, “Ibu/Ayah bangga padamu”,  di keseharian kita bersama anak.
nauranabil tolongnauranabil terima kasihnauranabil maafApakah Anda menyapa anak-anak dan mengawalinya dengan ucapan salam yang sarat makna kebaikan ketika tiba di rumah setelah sehari bekerja di luar rumah? Jangan pernah berkata, “Ayo cepat tidur, besok kan sekolah, jangan kesiangan!” Katakanlah,  “Mau Ibu/Ayah bacakan buku cerita sebelum tidur?”  Semoga kita terbiasa mengatakan, “Bangunnya pagi ya, kan harus shalat subuh!” sambil mencium dan memberikan senyum termanis. [rst]