Your Sin Is Not Greater Than God's MercySuatu malam, Abu Jahal mendekatkan telinganya ke dinding rumah Nabi untuk mendengarkan bacaan Al-Quran Rasulullah Saw. Tanpa disadari dia berada di situ hingga fajar dan ketika cahaya matahari terbit mulai menerangi lingkungan sekelilingnya. Abu Jahal mendapati beberapa tokoh musyrik Quraisy juga tengah asyik mendengarkan bacaan Al-Quran Rasulullah Saw. Peristiwa seperti itu terjadi beberapa kali, hingga akhirnya karena gengsi dan merasa malu satu sama lain, mereka membuat perjanjian untuk tidak lagi mendatangi rumah Rasulullah Saw.

Kisah pesona Al-Quran pun tak berhenti sampai di situ. Umar bin Al-Khaththab bahkan sampai jatuh tersungkur dan mengurungkan niatnya membunuh Rasulullah Saw ketika mendengarkan lantunan suara adiknya sendiri membaca Surah Thaha. Lantaran surah itu pula, Umar mendapat hidayah lalu bersyahadat di hadapan Rasulullah Saw. Sesungguhnya pada masa itu orang kafir Quraisy—yang dikenal memiliki cita rasa bahasa yang tinggi—sangat mengagumi Al-Quran dari segi bahasa maupun pesan-pesannya.

Al-Quran memang mengandung mukjizat yang luar biasa, sehingga setiap orang dapat mendekatinya dari berbagai sisi yang diminati. Para penyair mengagumi pesan singkat padat serta ayat-ayat yang berima bagai puisi. Para ilmuwan terpuaskan dengan kandungan sains yang terdapat di dalamnya. Seorang matematikawan pernah memecahkan rahasia angka-angka dalam Al-Quran. Bahkan, ada seorang musisi yang menyenangi Al-Quran karena irama yang ditemukan ketika mengaji Al-Quran.

nouman-x-bachtiar-nasriTerlebih lagi para mufassir yang menguasai beberapa bidang ilmu sebagai pendukung penafsiran ayat-ayat Al-Quran. Melalui para mufassir pula, pesona Al-Quran kian nyata dan terbukti tak lekang oleh zaman. Fenomena itu terlihat secara gamblang dalam cara Nouman Ali Khan menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang dikaitkannya dengan isu-isu kontemporer. Nouman Ali Khan menggunakan pendekatan tematis dalam menyajikan tafsir Al-Quran. Dia memulai dengan suatu ayat untuk menjelaskan tema tertentu, dan jika diperlukan didukung dengan ayat-ayat lain.

Selain mengaitkan tafsirnya dengan masalah-masalah kekinian, penjelasan Nouman Ali Khan pun sistematis, tidak bertele-tele, dan disampaikan dengan bahasa orang awam. Membaca tulisan-tulisannya tidak akan pernah membosankan, mudah dipahami, dan pesan-pesannya pun insya Allah mudah diterapkan. Ceramah-ceramah Nouman Ali Khan dalam buku ini dikumpulkan dari ceramah-ceramahnya yang diunggah ke Youtube. Ceramah-ceramah ini diterjemahkan dengan sedikit penyesuaian, tanpa mengubah maksud pembicara, agar pembaca lebih nyaman menikmati. :)

Nah, sebuah kejutan yang menyenangkan, ternyata awal bulan November mendatang Nouman Ali Khan akan menyambangi Indonesia pada acara yang bertajuk The True Hijrah. Beliau akan mengisi acara bersama Ust. Bachtiar Nasir di Masjid Istiqlal, Jakarta. Bagi sobat Noura yang ingin bertemu langsung dengan sosok Nouman Ali Khan, silakan mendaftarkan diri ke nomor kontak yang tersedia. :)