"Ayah, Bacakan Aku Cerita!"

Di Del Mar, Califonia, sekelompok ayah secara rutin  mengikuti kelas Daddy-Baby Dance. Kelas ini mengajarkan tarian yang mewajibkan sang ayah menggendong bayinya di dada, dan mengikuti gerakan street dance yang dinamis dengan iringan lagu meriah.  Sementara para ayah menari, bayi mereka dengan nyaman tetap berada dalam pelukan.

Diprakarsai pasangan suami istri Meeshi Ravi Anjali dan Amber Anjali, kelas ayah menari tak hanya bertujuan untuk pembagian tugas mengurus anak dan membebaskan ibu bayi-bayi dari rutinitas di rumah. Tujuan yang lebih dahsyat adalah menciptakan bonding dengan anak, melekatkan ayah-anak sehingga tumbuh kembang anak menjadi optimal. Jika biasanya bayi selalu di dekat ibunya, maka ketika bersama ayahnya dalam waktu khusus, ia akan merasa lebih dicintai, dan hal itu baik untuk pertumbuhan mental.

Sejauh mana perlunya kelekatan anak dan orangtua? Psikolog Elly Risman mengatakan, “Sebelum usia akil balig, setiap anak seharusnya hanya percaya kepada orangtuanya sendiri. Kepercayaan itu akan tumbuh bila ada kelekatan hubungan orangtua dan anak. Dan kelekatan itu akan hadir jika kedua orangtua hadir dekat anak di dua tahun pertama kehidupan anak. Jika salah satu orangtua sudah tak ada, hadirkan sosok pengganti ayah atau pengganti ibu. Jangan bangga jika anak usia satu atau dua tahun sudah ‘bisa dilepas’. Pada periode itu anak justru masih harus terikat kepada orangtua, dan hanya percaya kepada orangtuanya. Jika kelekatan ini tidak ada, dan anak mudah percaya kepada orang lain, jangan heran jika di usia remaja nanti, sang anak akan mudah menjadi korban penipuan dan penculikan lewat media sosial.” Lebih lanjut Elly Risman menambahkan, ketiadaan bonding sejak masa kanak-kanak adalah penyebab utama anak terjerumus narkoba dan kenakalan lain.

Menciptakan bonding ortu dan anak tidak sesulit yang dibayangkan. Orang tua hanya perlu hadir dengan seluruh jiwa dan raga saat bersama anak-anak. Daddy-dance hanya sebuah contoh. Orang tua bisa melakukan apa saja bersama anak: memasak di dapur, menggambar, bermain petak umpet di rumah, membacakan buku, atau hanya mengajak mengobrol. Membacakan buku misalnya bisa dengan buku Seri Mindy atau Seri Anak Hebat.

Percayalah, bonding itu bukan hanya bermanfaat untuk anak, tetapi juga  menyenangkan hati orang tua. [rst]