Mengungkap Misteri Kolam Penenggelaman

Ruang-Baca-Mengungkap Misteri Kolam Penenggelaman
Ruang-Baca-Mengungkap Misteri Kolam Penenggelaman

“Beckford bukan tempat bunuh diri. Beckford adalah tempat untuk menyingkirkan perempuan yang merepotkan.”  (hal 119).

Memadukan antara mitos, thriller dan misteri, novel ini menarik untuk dibaca dan diikuti. Sejak awal kita akan dibuat penasaran tentang kebenaran dari kolam pengenggelaman. Di mana kebanyakan korbannya adalah para perempuan. Yang jadi pertanyaan … benarkah tempat itu memakan korban? Misteri apakah yang tersimpan di sana?

Mengisahkan tentang sebuah sungai  yang indah namun memiliki sejarah kelam karena telah merengut banyak nyawa—khususnya para perempuan. Dan  Nel Abbott adalah wanita yang bertekad untuk menyingkap rahasia sungai—kolam penenggelaman. Dia ingin mempublikasikan kisah tersebut agar bisa diketahui semua orang. Bahwa sejarah lama tentang kematian para wanita—ada  Libby Seeton, Marry Marsh, Anne Ward, Kattie Whittaker, Ginny Thomas, Lauren Slater dan banyak lagi—yang ditemukan di kolam itu, bukan terjadi karena hal-hal mistis atau gaib. Kematian itu pasti ada alasannya. Bisa jadi bunuh diri atau pembunuhan.

Namun siapa sangka dalam usahanya mengungkap kebenaran tentang kolam itu, Nel juga ditemukan meninggal di sana. Kematian Nel ini akhirnya membuka gerbang untuk menyelidiki kematian-kematian yang ada di sana. Nel sendiri dianggap melakukan bunuh diri. karena tidak ada jejak apa pun yang menunjukkan kekerasan pada dirinya. Akan tetapi menurut Jules—adiknya,  Nel  tidak mungkin melakukan bunuh diri.  Apalagi gelang yang sering dia pakai tidak ditemukan di lokasi kejadian. Menurutnya itu sangat mencurigakan.

Akhirnya Inspektur Detektif Sean Townsend bersama Erin pun mencoba menyelidiki lebih jauh tentang misteri kematian Nel. Di mana dari penyelidikan itu, kejadian-kejadian lain baik di masa sekarang yang tersembunyi dan kejadian di masa lalu yang tidak terekspos mulai terkuak.

Misalnya dalam misteri kematian Nel Abbott di mana banyak tokoh yang memiliki motif untuk membunuhnya.  Lena, putri kandungnya, Nickie, seorang peramal yang pernah berbagi informasi perihal misteri kolam penenggelaman, Mark, guru Lena dan Kattie, yang ternyata Nel mengetahui sesuatu yang disembunyikan Mark. Lalu ada  Josh, adik Kattie yang bisa jadi memiliki dendam pada Nel, karena mengira Nel-lah yang membunuh Kattie. Louise, ibu Kattie yang terang-terangan sangat membenci Nel dan ingin membunuhnya.

Kemudian Patrick,  ayah Sean—yang mengetahui perselingkuhan antara  Nel dengan Sean. Sean yang merasa bersalah karena mengkhianati istrinya. Dan Helen, istri Nel yang mengetahui tentang perselingkuhan itu juga.  Serta tidak ketinggalan Jules, adik kandung korban yang juga memiliki kebencian pada sang kakak karena masa lalu kelamnya di masa kecil. Selain kematian Nel, dari penyelidikan ini kematian Kattie dan  Lauren—istri Patrick pun akhirnya terungkap.

Diceritakan lewat sudut padang masing-masing tokoh membuat kisah ini menarik dan membuat penasaran sejak awal membaca. Untuk gaya bahasa terjemahannya pun mudah dipahami dan buku ini pun cukup minim kesalahan tulis, sehingga saat membaca terasa sangat nyaman.

Keunikan lain dari novel ini adalah, penulis membuat para tokohnya tidak ada yang pure protagonis. Masing-masing tokoh memiliki masa lalu yang kelam dan pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Memang untuk segi misteri kita tidak akan menemukan gaya penyelidikan semacam Hercule Poirot, Detective Conan atau Sherlock Holmes. Di sini Paula memiliki cara tersendiri yang saya pikir cukup menarik setelah kita dibuat penasaran sejak awal membaca. Melalui buku ini kita bisa belajar tentang pentingnya latar pendidikan orangtua,  kasih sayang sesama saudara dan pentingnya komunikasi.[]

Srobyong, 2 Maret 2018

*) Teks: Ratnani Latifah

 

Judul                   : Into The Water
Penulis                : Paula Hawkins
Penerjemah       : Ingrid Nimpoeno
Penerbit             : Noura Books
Cetakan             : Pertama, 1 September 2017
Tebal                  : 480 halaman
ISBN                   : 978-602-385-336-6


 

Cerpen dan resensinya pernah dimuat diberbagai media. Karya-karanya; Bingkai Kasih Khazanah Jiwa (Quanta—Elex Media Komputindo, 2016. Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik (Visi Mandiri, 2017).  Seri Pembentuk Karakter Belajar Bertanggung Jawab (Visi Mandiri, 2017). Muslimah Antibaper; Day With Love, Lifestyle, Hope and Fight (Genta Hidayah, 2017). Ramadhan in Love (Indiva, 2015) kumpulan puisi Luka-Luka Bangsa (PMU, 2015) Lot & Purple Hole (Elex Media Kompuntindo, 2015), The Power of Believe (Diva Press, 2016).Alumni Unisnu Jepara. Bisa dihubungi di akun FB Ratna Hana Matsura. Atau blog http://tulisanelratnakazuhana.blogspot.co.id/.

Menjadi Manusia dengan Sastra (Bag. II)

04/04/2018

Dongeng tentang Kucing dan Anjing

04/04/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *