Jombang Santani Khairen

Jombang Santani Khairen, disingkat J.S. Khairen, adalah salah satu mahasiswa yang beruntung ketika kuliah di Fakultas Ekonomi UI. Dia sempat menjadi asisten dosen terkenal, Rhenald Kasali. Tahun 2012, ketika masih kuliah, Jombang termasuk mahasiswa yang harus mengembara ke luar negeri untuk tugas mata kuliah Pemasaran Internasional. Pengajar mata kuliah itu adalah Rhenald Kasali. Pada saat itu, dua mahasiswa ditugaskan berangkat ke luar negeri selama satu minggu. Dari tahun ke tahun, tugas itu diubah karena para mahasiswa sudah tahu dari senior mereka.

Pada tahun 2015, ketika mahasiswa sudah siap dengan rencana mau ke negara mana, sendirian, J.S. Khairen yang sudah menjadi asisten dosen, mengabari Rhenald dan mengusulkan sesuatu yang lebih menantang. Dia mengusulkan seorang mahasiswa mengunjungi dua negara. Usulannya disambut baik Rhenald Kasali, namun disambut kepanikan mahasiswa. Oleh-oleh pengalaman para mahasiswa ditulisnya menjadi buku.

Jombang masih menjadi asisten dosen setahun kemudian, dan di tahun 2016 tersebut, dia kembali membuat catatan khusus dari pengalaman mahasiswa yang mendapat tantangan baru, menjadi pekerja sukarela di negara yang dikunjungi.

Kisah perjalanan para mahasiswa UI disusun Jombang dalam buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor 1 dan 30 Paspor di Kelas Profesor 2 (2014), dan yang terbaru adalah 30 Paspor: The Peacekeepers Journey, yang terbit Maret 2017 lalu.

Dunia menulis bukan hal baru bagi Jombang. Sebelum 30 Paspor, dia telah menulis tiga novel: Karnoe (2014), Bunda Lisa (2015), dan Ninevelove (2016). Menulis novel dan aktif sebagai tim kreatif di Rumah Perubahan adalah kegiatan J.S. Khairen setelah tak aktif lagi di UI.

Ketika ditanya apa alasannya menjadi penulis, Jombang menjawab, karena dorongan hati. Ekonom bisa menulis karena dia gelisah melihat situasi kesejahteraan rakyat. Pakar hukum menulis karena dia gelisah melihat ketidakadilan. Guru menulis karena dia gelisah melihat kesenjangan. Jadi, tulisan bisa menjadi buah kegelisahan yang berisi kejujuran. Maka “Tulislah sesuatu yang bahkan kau sendiri akan tergetar apabila membacanya.” Demikian dikemukakan Jombang dalam sebuah wawancara. Ucapannya itu benar-benar dapat dibuktikan, lewat tulisannya di 30 Paspor, The Peacekeepers Journey. [rst]