Usia rata-rata yang bisa dicapai manusia sekitar 60-70 tahun. Tapi tahukah kamu, di sebuah desa bernama Hunza di bagian utara Pakistan, usia penduduknya bisa mencapai 120-140 tahun. Kenapa bisa begitu ya? Apa sih rahasia penduduk desa ini hingga berusia dua kali lebih panjang dari manusia pada umumnya?

Pernahkah kamu mendengar pepatah: “You are what you eat”?

Yep, salah satu faktor penting dalam kelanggengan usia adalah makanan. Asupan makanan yang baik, memberi manfaat positif bagi tubuh. Makanan yang baik mencakup zat gizi penting dalam jumlah berimbang. Dengan demikian organ tubuh bisa berfungsi sebagaimana mestinya tubuh pun semakin sehat dan angka harapan hidup meningkat.

Lalu, makanan yang baik itu makanan yang seperti apa?

Makanan yang baik mengandung cukup kalori dan protein, karbohidrat kompleks dan berserat, vitamin, mineral, dan minim lemak jenuh. Makanan yang memenuhi kriteria seperti itu hanya terdapat pada jenis sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah. Secara fisiologis, bahan makanan nabati sangat sesuai dengan tubuh manusia dibandingkan dengan bahan makanan hewani.

Nah, di sinilah keterkaitan antara makanan dan usia panjang terlihat jelas dalam kehidupan masyarakat desa Hunza. Masyarakat Hunza hidup hingga usia 120-140 tahun dengan tekanan darah normal, kolesterol baik, dan  tetap melakukan aktivitas fisik. Selain menanam gandum, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, mereka juga menjadikannya sebagai makanan pokok.

Bertolak belakang dengan suku Eskimo di Kutub Utara yang 90% pemakan ikan dan daging, mereka hanya hidup sehat sampai usia 25 tahun. Di Kutub Utara banyak ditemukan penderita penyakit degeneratif akibat penurunan fungsi organ tubuh.  Lagipula, di Kutub Utara mana bisa bercocok tanam? Mereka hanya mengandalkan ikan dan  hewan buruan untuk bertahan hidup.

Sedangkan masyarakat Hunza yang hidup di ketinggian 2.438 mdpl, selalu dapat menghirup udara segar yang bebas polusi. Mereka pun berkebun dengan cara alami, tanpa pestisida atau bahan aditif lainnya, sehingga hasil panen pun benar-benar sehat. Suku Hunza juga tinggal jauh dari ingar bingar kota serta gaya hidup konsumtif dan  materialistis, sehingga tidak heran mereka hidup damai.

Menyenangkan juga ya sepertinya, hidup di pelosok desa yang damai, makan makanan yang ditanam sendiri, nggak bising, minim stres. Kalau kamu, lebih milih tinggal di kota dan  dikelilingi kebisingan, atau tinggal di pedesaan yang jauh dari mana mana tapi damai dan tentram?