Nabil Naura

Yang membedakan buku biasa dengan buku bergambar adalah buku bergambar memuat lebih banyak ilustrasi. Kolaborasi tulisan dan gambar sama-sama penting dalam komunikasi dan menyampaikan pesan cerita kepada anak-anak.

Teknik menggambar yang digunakan para ilustrator beragam, mulai dari menggambar dengan pensil, melukis dengan cat air, atau menggambar secara digital dengan software komputer. Namun kebanyakan menggambar dilakukan secara manual lalu dipindahkan ke dalam bentuk digital.

Dari beragam format buku bergambar  yang ada di pasaran saat ini, e-book adalah yang paling populer. Selain itu, buku interaktif yang dilengkapi suara, bunyi-bunyian, dan ilustrasi bergerak untuk memperkuat cerita, mulai marak diproduksi. Boardbook misalnya, adalah jenis format buku terbaik bagi anak-anak usia prasekolah, karena lebih kuat dan tahan lama, biasanya dengan ketebalan maksimal 32 halaman.

Nabil Naura Saat Aku Marah naura nabil saat aku senang

Mengapa harus bergambar?

Anak-anak butuh bahasa visual. Gambar-gambar dan tulisan akan mengeksplorasi imajinasi mereka dari buku yang dilihatnya, sehingga isi buku terasa menjadi nyata bagi mereka. Gambar juga membantu anak memvisualisasi cerita, jika mereka tidak mengerti beberapa kata, gambar bisa membantu menjelaskan arti kata-kata tersebut. Anak-anak bisa menangkap maksud cerita dari gambar yang ada.

Membaca buku bergambar adalah pengalaman beragam rasa bagi anak, termasuk menambah perbendaharaan kata-kata baru, pengenalan beragam bentuk dan warna, pengenalan dunia baru, dan pengikat hubungan erat dengan orangtua yang membacakan buku. Anak juga dirangsang untuk bisa menggambar.

Buku bergambar sebaiknya mengajarkan tentang sebab-akibat, panduan moral bagi emosi anak, membedakan mana yang baik dan buruk, yang benar dan salah. Dengan demikian bisa mengarahkan anak-anak mengatasi situasi sulit, misalnya menghadapi kemarahan atau kesedihan. Anak-anak diajarkan untuk menjadi lebih dewasa dan cerdas secara emosi dari mengamati beragam ekspresi dalam gambar,  dan cerdas secara sosial dari memahami interaksi sosial lewat beragam karakter penuh warna.

Dan yang terpenting, buku bergambar itu padat serta menyenangkan. Bukankah buku memang sebaiknya menarik untuk dibaca, menarik untuk dilihat, dan tak membosankan dibuka setiap kali anak ingin membacanya?  Itulah yang akan membuat anak-anak tertarik belajar membaca. [rst]