Bernard Batubara

Sudah 12 buku ditulis Bernard Batubara sejak buku pertama Angsa-Angsa Ketapang terbit tahun 2010.  Bernard Batubara atau lebih akrab dipanggil Bara menjadi idola baru. Mengapa Bara dipuja? Setidaknya ada 5 alasan yang membuat Bara memikat hati para pembacanya, berdasarkan tulisannya di buku terbaru, Luka Dalam Bara:

  1. Lucu

Kelucuan itu ditemukan pada penggalan fragmen berjudul ‘Mencintai Dua Perempuan’.

“Kalau kau menyebut dirimu laki-laki, kau hanya mencintai satu perempuan.”

Aku teringat percakapan tersebut karena aku sedang mencintai seorang perempuan. Lalu, di mana masalahnya? Masalahnya muncul ketika aku melihat foto perempuan dengan senyum yang membuat sebagian hatiku mencair. Perempuan itu berusia enam tahun. Dia adalah perempuan kedua yang merebut hatiku.

  1. Jujur

Dalam fragmen ‘Menulis dan Mencintai’, kejujuran Bara diungkap dalam sebuah dialog:

+ Sebutkan satu hal yang paling kamu suka sekaligus benci.

– Menulis

+ Kenapa kamu benci menulis?

– Melelahkan

+ Bagaimana bisa?

– Saat menulis, aku terpaksa menggali isi kepalaku, mengorek kenangan yang lebih banyak berisi luka dan hal-hal yang tidak ingin aku ingat lagi. Aku harus berhadapan dengan ketakutan-ketakutanku.

  1. Romantis

Dalam fragmen berjudul Sakit, Bara menulis, “Cinta adalah menyembunyikan rasa sakitmu demi kesembuhan orang yang kamu cintai. Menutupi kekhawatiranmu demi orang yang kamu cintai. Dan membiarkan semesta merawatmu saat kamu merawat orang yang kamu cintai.”

  1. Puitis

Bara membuka Luka Dalam Bara dengan tulisan puitis berjudul ‘Rumah’:

Aku mencintainya karena ia mencintai kata-kata. Rumah terbaik bagi kata-kata adalah buku. Aku mencintainya lagi karena ia mencintai buku-buku. Aku mencintainya lagi karena ia adalah buku bagi kata-kata yang tidak aku tuliskan. Aku mencintainya karena dia menjadi rumah bagi setiap kecemasan yang tidak perlu aku tunjukkan.

  1. Realistis

Meski puitis, Bara ternyata juga realistis. Simak tulisannya dalam fragmen ‘Menangani Patah Hati’:

– Apa yang terbaik menangani patah hati?

+ Jatuh cinta lagi.

– Tidak semudah itu. Butuh waktu untuk menumbuhkan keinginan jatuh cinta lagi.

+ Butuh waktu, tetapi bukan tidak mungkin.

Anda mungkin akan menemukan alasan-alasan lain yang membuat Bernard Batubara menjadi pujaan, setelah menikmati buku Luka Dalam Bara. [rst]