zainuddin mz

Ada tiga penyakit masyarakat yang menurunkan harkat dan derajat manusia, yaitu kudis (kurang disiplin), kurap (kurang rapi), dan kutil (kurang teliti) yang disebabkan oleh kuman (kurang iman).

Masyarakat kudis yaitu kurang disiplin melaksanakan ketentuan hukum, seperti tertib berlalu lintas dan tertib menjalankan lima rukun Islam. Masyarakat kurap terlihat dari kurang rapinya sebagian besar masyarakat dalam merawat fasilitas umum, tempat ibadah (masjid), sekolah, rumah sakit, dan bangunan lain peninggalan generasi pendahulu. Sedangkan masyarakat yang terkena kutil yaitu kurang teliti dalam menyaring informasi baru dari iklan asing yang tidak sesuai nilai-nilai Islam dan adanya sejumlah ajaran sesat yang mengaku sebagai nabi dan utusan Allah SWT.

Itulah sebagian tausiyah Dai Sejuta Umat, K.H. Zainuddin M.Z., semasa hidup. Ceramahnya yang santai disambut senyum geli para jamaah. Begitulah figur Sang Dai, mampu menyelipkan kelucuan dibalik  dakwah yang bermuatan pesan yang mendidik.

cover Ngaji bareng KH Zainuddin MZ 160324 FA curve printedSudah lima tahun Dai Sejuta Umat meninggal dunia, tapi masyarakat masih bisa mendengarkan tausiyahnya melalui rekaman kaset, CD, dan rekaman videonya yang banyak tersebar di dunia maya. Warisan berharga dari K.H. Zainuddin M.Z. bagi masyarakat. Warisan itu juga telah dikumpulkan  dalam sebuah buku, Ngaji Bareng K.H. Zainuddin M.Z., yang merupakan kumpulan teks video dakhwah dan rekaman CD Sang Dai. Dalam buku ini ada beberapa kisah nabi dan hikmahnya yang bisa dipetik dari perjalanan hidup mereka.

Tak hanya mengobati kerinduan akan Sang Dai, buku ini dapat menjadi bimbingan sejuk bagi masyarakat. Ngaji Bareng K.H. Zainuddin M.Z. juga berisi kisah perjalanan hidup Udin–nama masa kecil Sang Dai, sebagai anak yatim yang diwasiati belajar ilmu agama oleh  mendiang ayahnya. Sedangkan keinginan menjadi dai timbul ketika K.H. Zainuddin M.Z. menjadi juru kampanye sebuah partai politik. Bergetar hatinya melihat lautan massa, dan  berkata dalam hatinya, “Betapa besar pahalanya, jika lautan massa ini dapat aku giring ke jalan yang benar, dapat aku ajak menuju jalan kebaikan.”  Maka dipilihnya jalan hidup sebagai pendakwah. [rst]