siluet-orang-shalat-2

Mukjizat Gerakan ShalatSalat yang merupakan salah satu rukun Islam, ternyata memiliki berbagai manfaat dari segi kesehatan. Karena itu, melaksanakan ibadah salat fardhu dan sunnah seperti Dhuha, Tahajud, dan salat sunnah lainnya, selain mendapatkan pahala, juga bermanfaat bagi kesehatan fisik.

Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat & Rahasia 13 Unsur Manusia ini, Madyo Wiratsongko, seorang Grand Master Indonesian Ergonomic Gym, menguraikan berbagai manfaat medis dalam gerakan salat. Hal ini tentu merupakan kabar baik yang patut diperhatikan dan disebarkan. Karena, kadang di antara banyak orang sering kali mengeluh ketika hendak melaksanakan ibadah seperti salat Tarawih di bulan Ramadan.

Prof. Dr. Kohirasch dan Prof. Dr. Leube asal Jerman mengatakan bahwa, gerakan-gerakan dalam salat Islam mengurangi dan mengentengkan penyakit jantung, seperti penyakit dari klep-klep bilik jantung, otot-otot jantung, pembuluh darah angina pectoris (dada sakit, sesak dan tertekan), penyumbatan urat-urat darah, dan yang lainnya.

Sementara Dr.Vonschreber asal Belanda mengatakan, gerakan-gerakan dalam salat menurut agama Islam adalah suatu cara untuk memperoleh kesehatan dalam pengertian luas; mencakup semua gerakan dengan tujuan untuk mempertinggi daya prestasi tubuh.

Dalam agama Islam, setiap hari lima kali dilaksanakan cara salat yang demikian itu. Gerakan badan yang demikian, menurut Vonschreber, menghasilkan tubuh kita mendapatkan bentuk yang bagus dan sekaligus menjadi lembut dan lincah, di samping mudah bergerak, serta menambah kekuatan dan daya tahan (halaman 21).

Karena itu, salat yang dilakukan dengan benar akan menghadiahkan kesehatan optimal untuk jiwa dan raga manusia. Orang yang salat dengan benar dapat dengan mudah menyelesaikan seluruh persoalan, sesukar apa pun. Inilah kemenangan besar yang diperoleh selama hidup, bagi orang-orang yang mendirikan salat.

Sebaliknya, jika melalaikan salat, tubuh mengalami banyak simtom, sindrom, dan penyakit atau siksaan, yang dapat menyebabkan kerusakan genitis, lalu menghasilkan generasi yang buruk dalam beberapa dekade.

Hal itu terjadi karena menurut Wiratsongko, dalam setiap gerakan salat yang dilakukan, terdapat banyak manfaat besar bagi perkembangan dan kesehatan tubuh. Wudhu, yang menjadi syarat sahnya salat, juga memiliki manfaat. Wudhu berguna untuk membersihkan diri dari debu, asam urat, kolesterol, gula darah, dan energi negatif. Juga, untuk membersihkan diri dari perbuatan kotor atau dosa. Dengan demikian, wudhu merupakan aktivitas vital untuk pencapaian bersih jiwa dan raga (halaman 33).

Adapun fungsi gerakan salat sebagaimana dipaparkan dalam buku 168 halaman ini antara lain, dapat melenturkan urat saraf; memosisikan kembali urat saraf ke tempat yang seharusnya; menarik, menekan, menekuk tombol-tombol saraf; membuang endapan listrik negatif dalam urat saraf; mengaktifkan sistem keringat, sistem pemanas tubuh, sistem penyaluran energi, sistem frekuensi radio, dan sistem kekebalan-kekebalan lainnya.

Tidak hanya gerakan salat yang mendatangkan banyak manfaat, bacaan salat pun memberikan pengaruh terhadap aplikasi kehidupan sehari-hari. Bacaan salat memberikan tuntunan yang baik dan benar. Pahala dan manfaat diperoleh, terlebih lagi setelah mengamalkan bacaan salat dalam bentuk amal saleh dalam kehidupan sosial. Hasil yang diperoleh adalah mudah mendapatkan rezeki yang halal dan baik.

Kualitas hidup seseorang itu, sebagaimana kualitas salatnya. Neraca kehidupan dirasakan masing-masing orang. Kualitas salat tergantung bagaimana seseorang mempelajari, memahami, dan mengaplikasikannya sebagaimana cara hidup (halaman 36).

Dalam buku ini, pembaca akan mendapatkan uraian detail tentang bagaimana salat itu amat menyehatkan, terutama pada uraian-uraian tentang kaitan rasional antara gerakan-gerakan  wudhu dan salat dengan sistem saraf, aliran darah, sistem pemanas tubuh, kelistrikan tubuh, tuas keringat, dan sebagainya. Penulis juga akan menunjukkan secara detail bagaimana salat itu secara rasional  dan empiris melakukan perawatan kesehatan dan self healing jiwa-raga. Buku ini juga menguraikan berbagai cara meningkatkan kualitas salat.

Oleh: Untung Wahyudi,

Sumber: Wasathon