at-the-mountains-of-madnessTAK salah kiranya jika HR Lovecraft tercatat sebagai salah satu pengarang horor yang berpengaruh di dunia. Karya berjudul At The Mountains of Madness menjadi buktinya. Ia lahir dengan nama lengkap Howard Phillips Lovecraft (20 Agustus 1890-15 Maret 1937). Ia seorang penulis Amerika yang meraih ketenaran setelah kematiannya. Lewat karya-karya horor, fiksi supernatural, fiksi ilmiah, dan fantasi, ia mulai mendapati karyanya punya pengaruh luas pada dunia sastra. Dia memiliki lebih dari 100 karya tulis, yang berupa cerita pendek, novel, mininovel, dan surat. Pada usia dua tahun dia sudah mendeklamasikan puisi. Ia membaca pada usia tiga tahun dan menulis pada usia enam atau tujuh tahun. Karya tulis Lovecraft disebut sebagai landasan bagi penulisan cerita horor modern, setidaknya begitu menurut Clive Barker, pengarang novel Abarat. Senada dengan pandangan itu, Michael Chabon, penulis The Amazing Adventures of Kavalier & Clay, juga menyatakan karya Lovecraft ialah salah satu karya sastra Amerika terbaik yang menjadi acuan karya lainnya. Buku setebal 452 halaman itu merupakan kumpulan cerita karangan Lovecraft yang disusun penerbit Noura. Meski demikian, tiap bab memuat kisah yang utuh, seperti pecahan berkeping, tapi setiap darinya punya sudut dan bentuk tersendiri.

Mengurung diri
Membaca karya-karya HR Lovecraft bisa memunculkan kengerian yang khas dan menumbuhkan imajinasi terliar. Sejak kecil, penulis horor paling berpengaruh pada abad ke-20 ini lebih suka mengurung diri dalam rumah sambil membaca berbagai buku. Bacaan favoritnya ialah buku sains dan kisah misteri, terutama karya-karya Edgar Allan Poe yang kelak menjadi inspirasinya dalam berkarya. Sama seperti Poe, Lovecraft disebut-sebut telah memberikan warna baru dalam genre horor. Karya-karyanya selalu beberapa langkah lebih maju daripada tren yang ada pada era itu. Lovecraft hampir tidak dikenal. Ia hanya menerbitkan karyanya di majalah-majalah murahan. Pada usia 46 tahun ia meninggal dunia karena penyakit kanker yang tidak diobati. Ia mati dalam kondisi miskin. Namun, kini Lovecraft diakui sebagai salah satu penulis abad ke-20 yang bisa diperhitungkan.

Misalnya dalam Seruan Cthulhu, ditulis pada 1928, pembaca dibuat bertanya-tanya akan eksistensi makhluk-makhluk absurd di antara manusia biasa dan cara mengidentifikasinya (hal 14). Buku At The Mountains of Madness memiliki lima bab yang kuat dengan kisah horor; Orang Luar (1926), Seruan Cthulhu (1928), Pembisik di Kegelapan (1930), Di Puncak Kegilaan (1931), dan Makhluk di Ambang Pintu (1937). Cerita kedua, Seruan Cthulhu (1928), dibagi lagi menjadi tiga subjudul yakni; Kengerian Dalam Bentuk Tembikar, Kisah Inspektur Legrasse, Kegilaan dari Lautan. Meski judulnya seperti biasa saja, saat membaca kisah sampai lembar terakhir, perasaan bergidik akan muncul. “Orang-orang menutupi hidung dengan saputangan. Yang akhirnya mereka temukan dalam pakaian Edward y

Misalnya dalam Seruan Cthulhu, ditulis pada 1928, pembaca dibuat bertanya-tanya akan eksistensi makhluk-makhluk absurd di antara manusia biasa dan cara mengidentifikasinya (hal 14). Buku At The Mountains of Madness memiliki lima bab yang kuat dengan kisah horor; Orang Luar (1926), Seruan Cthulhu (1928), Pembisik di Kegelapan (1930), Di Puncak Kegilaan (1931), dan Makhluk di Ambang Pintu (1937). Cerita kedua, Seruan Cthulhu (1928), dibagi lagi menjadi tiga subjudul yakni; Kengerian Dalam Bentuk Tembikar, Kisah Inspektur Legrasse, Kegilaan dari Lautan. Meski judulnya seperti biasa saja, saat membaca kisah sampai lembar terakhir, perasaan bergidik akan muncul. “Orang-orang menutupi hidung dengan saputangan. Yang akhirnya mereka temukan dalam pakaian Edward yang berlapis-lapis adalah hal mengerikan yang sebagian besarnya berwujud cair. Ada tulang-belulang juga, dan tengkorak yang retak. Penyelidikan pada bagian gigi memastikan tengkorak itu Asenath (hal 443).”

Oleh: Abdilah M Marzuqi

Sumber: Media Indonesia