Berebut mainan, atau tidak mendapatkan kue yang diinginkan, bisa menyulut kemarahan pada anak. Anak yang marah bukan berarti dia bersikap buruk, tapi juga bukan hal yang baik. Masalahnya ada pada cara anak marah yang bersifat merusak atau sebaliknya menumbuhkan kecerdasan emosi.

Orangtua sebaiknya tidak langsung menghukum anak ketika dia marah. Ketika anak marah, hal terbaik yang perlu dilakukan oangtua adalah membantu anak mengatasi kemarahannya, dengn cara-cara berikut:

  1. Ajak bicara. Bicaralah dengan tenang dan tanyakan mengapa dia semarah. Mungkin anak tak mau bicara dengan orangtua, Anda bisa mencoba membujuk anak membicarakan sebab kemarahannya kepada bonek, atau mainan, misalnya. Orangtua bisa berperan sebagai kucing, dan mengajaknya bicara. Mungkin anak malah mau membicarakan sebab kemarahan itu kepada mainannya.
  1. Ajak bergerak. Ajak anak loncat, main perang bantal, menari, mendengarkan lagu, ajak membaca buku atau jalan-jalan ke luar rumah untuk mengalihkan perhatian. Biasanya emosi akan reda jika anak melakukan gerakan fisik yang disenanginya.
  1. Berikan anak rasa nyaman dengan kehadiran orangtua di dekatnya. Tunjukkan kepedulian lewat sikap Anda. Jangan remehkan pelukan. Anak akan jauh merasa nyaman ketika orangtua memeluknya, terlebih pada saat perasaannya terusik.
  1. Anak-anak meniru cara marah orangtua. Jadi, pastikan orangtua bisa mengendalikan kemarahannya, khusunya ketika anak melihat Anda sedang marah. Belajarlah menenangkan diri Anda sendiri ketika marah, sehingga anak meniru cara Anda tersebut.Nabil Naura Saat Aku Marah
  1. Beri pujian ketika anak bisa mengendalikan marahnya dengan cara positif. Sampaikan pujian orangtua di waktu lain ketkia dia memang bisa mengendalikan diri.
  1. Beri pemahaman tentang sikap yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Misalnya, anak yang menendang, memukul, atau menggigit ketika marah, harus segera diperingatkan bahwa perbuatannya tersebut tidak boleh dilakukan terhadap siapa pun. Berkaitan dengan hal ini, orangtua juga dilarang menghukum anak dengan pukulan, cubitan, atau jeweran. Hukuman fisik yang diterima anak akan membuat mereka lebih agresif kepada orang lain. Anak yang dipukul akan suka memukul. [rst]

Sumber: www.parents. com