Menjadi penulis terkenal, menerbitkan buku bestseller yang laris manis, namun masih ragu-ragu mengirimkan naskah ke penerbit? FYI, inilah daftar penolakan yang diterima para penulis terkenal sebelum mereka menjadi terkenal. Bisa dilihat, di antara kalimat-kalimat penolakan itu tak jarang yang sungguh bikin sakit hati.

Sebelum dikenal sebagai karya fenomenal, novel Moby Dick karya Herman Melville ditolak oleh banyak penerbit. Salah satunya, Bentley & Son Publishing House yang menulis surat penolakan, “Pertama-tama harus kami tanyakan, mengapa memilih tokoh ikan paus?”

Ernest Hemingway mengalami penolakan yang cukup kasar saat dia menyerahkan naskah The Sun Also Rises kepada penerbit Peacock & Peacock. Sang editor antara lain menulis, “… saya tak akan heran bila mendengar naskah ini Anda tulis dengan mengunci diri di dalam kelab malam, dengan pena di satu tangan dan brandy di tangan yang lain. Karakter-karakter cerita yang berantakan ini bahkan membuat saya juga ingin minum.”

Terkadang kritik dilontarkan oleh sesama penulis. T.S Elliot yang bekerja di penerbit Faber & Faber menulis permintaan maaf kepada George Orwell saat menolak naskah Animal Farm: “Saya (dan direktur yang lain) tidak yakin ini merupakan cara yang tepat untuk mengkritik pemerintah saat ini. Babi dalam cerita ini paling pintar di antara hewan-hewan peternakan yang lain. Jadi yang diperlukan bukanlah lebih banyak komunisme, melainkan lebih banyak babi.” Fiuh!

Baca juga: Penulis yang Ditolak 200 Kali

The War of the Worlds karya H.G Wells masih dibaca orang hingga kini, lebih dari 120 tahun sejak terbitnya. Siapa sangka, editor salah satu penerbit yang menolak kiriman naskah itu pernah mengatakan, “Kisah ini seperti mimpi buruk saja. Saya kira satu-satunya keputusan kami adalah, ‘jangan baca cerita mengerikan ini.’”

Kenneth Grahame menerima kata-kata pedas untuk naskah buku anaknya yang terkenal, The Wind in the Willows: “Kisah liburan yang tak bertanggung jawab dan tak akan laku.”

Ketika John Heller mengirim naskah  satirnya tentang Perang Dunia II, pasti dia tak menyangka kisah yang berdasar pengalamannya sendiri itu akan dibuat film yang dibintangi actor-aktor ternama seperti Martin Sheen dan John Voight. Pasalnya, editor yang menolak naskah itu mengatakan, “Saya tak paham sama sekali apa yang ingin disampaikan kisah ini. Sepertinya penulisnya ingin melucu.” Judul Catch-22 dia pilih untuk naskahnya itu yang telah ditolak oleh 22 penerbit.[Ipang]

Bersambung…. >> Bagian 2

*Dari berbagai sumber

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>