Duet Chris Columbus dan Ned Vizzini Mengguncang Dunia Fantasi

Duet menulis bukan hal baru dalam dunia literasi.  Awal abad ke-19, dunia mengenal Grimm Bersaudara, Jacob dan Wilhem Grimm, yang menulis ratusan dongeng anak-anak.  Di era tahun 2000-an, novel duet yang mendunia adalah The Talisman, karya Stephen King dan Peter Straub.

Mengapa bisa sebuah buku ditulis oleh dua penulis?  Alasan masuk akal yang sering diungkapkan adalah, ‘karena isi dua kepala tentu akan  lebih baik dari isi satu kepala’. Alasan itulah yang juga dikemukakan Chris Columbus, sutradara serial Harry Potter, Home Alone, dan penulis skenario film fantasi, Gremlins, serta Goonies. Columbus yang sangat sibuk, masih punya ide menulis novel. Maka  secara diam-diam  ia mengamati sejumlah penulis untuk digandeng mengerjakan novelnya. Columbus memilih  penulis skenario Ned Vizzini, yang dirasanya dapat memenuhi harapannya menggarap novel fantasi anak House of Secrets.

Columbus yang senior dan Vinnizi yang lebih muda, akhirnya bertemu dan mengembangkan  ide bersama menghasilkan tiga novel trilogi House of Secrets, House of Secrets #2: Battle of the Beasts, dan House of Secrets #3: Clash of the Worlds.

Untitled design (3)

“Saya adalah generasi yang dibesarkan oleh film Home Alone yang sangat menghibur. Kini, saya malah bertemu sutradaranya. Tapi, jujur saja, awalnya saya tidak setuju dengan judul House of Secrets, dan lebih suka dengan judul Page Runners, atau Legacy, tapi Columbus tak merespons protes saya. Saya belum pernah menulis duet, tapi dengan duet menulis, saya belajar untuk menahan ego pribadi demi karya bermutu, dan saya harus menerima ide yang lebih baik yang bukan merupakan  ide saya,” ujar Vizzini.

Sementara bagi Columbus, “Daya tarik Vizzini adalah mampu menulis dengan lucu dan menampilkan karakter yang kompleks. Tapi yang paling penting, Ned, mampu menggali fantasi lebih dalam dan lebih banyak dari yang saya pikirkan untuk House of Secrets.”

Columbus di San Fransisco, dan Vizzini di Los Angeles, tak jarang berbeda pendapat dalam beberapa hal. Untungnya, mereka melewatinya dengan berpegang pada prinsip yang sama, dua isi kepala lebih baik.  [rst]


 

Sumber: www.independent.com