Kisah detektif ala Agatha Christie, suspense ala Dan Brown, atau novel kriminal dan thriller menegangkan sudah banyak beredar dan diminati pembaca. Dunia perbukuan kini diramaikan dengan kehadiran genre yang mengandung unsur kriminal, suspense, dan thriller psikologis yang berangkat dari disfungsi pernikahan. Dikategorikan Domestic Noir, genre ini naik daun setelah kehadiran Gone Girl yang ditulis Gillian Flynn di tahun 2012. Gone Girl yang sudah diangkat ke layar lebar tahun 2014, bercerita tentang raibnya seorang istri, dan sang suami dicurigai bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Sukses Gone Girl menobatkan Flynn masuk di jajaran penulis dengan bayaran tertinggi. Kepopuleran Gone Girl juga membuka pintu bagi penulis genre ini untuk unjuk gigi, terlebih ada permintaan dari penerbit dan pembaca yang sama-sama menginginkan kembali kehadiran novel sejenis. Maka, bermuncullan novel-novel seputar disfungsi pernikahan yang diwarnai ketegangan dan derita psikologis yang berujung pada kasus kriminal.

Berbeda dengan drama rumah tangga melankolis tentang perselingkuhan, Domestic Noir juga tak sama dengan novel kriminal biasa. Berkisar di seputar rumah, tempat kerja, pernikahan, dan hubungan suami istri yang tercabik, genre ini didominasi penulis wanita. Sebut saja salah satunya Paula Hawkins, penulis The Girl on the Train (2014) yang best seller dan sudah diterbitkan di Indonesia.

The Girl On The Train

Sebagai novel bergenre Domestic Noir, The Girl on the Train bermuatan kriminal dengan sedikit campur tangan polisi. Paula Hawkins dengan unik menuturkan kisah yang dinarasikan oleh tiga tokoh utama wanita. Mereka menjadi korban kekerasan psikis, yang menuturkan isi hati dan pikiran sedemikian rupa sehingga mencuatkan ketegangan. Salah satu tokoh bahkan menjadi korban kekerasan fisik berujung maut. Kasus kriminal yang terjadi memang tidak direncanakan tapi dipicu oleh hubungan pernikahan yang tidak berjalan mulus dan rumit. Pelaku kejahatan ada di sekitar mereka, bahkan orang yang dekat dengan mereka. Memilukan dan mendebarkan.

Sebenarnya genre ini tidak bisa dikatakan genre yang baru muncul. Aromanya sudah mulai tercium di novel Suspicion yang ditulis Alfred Hitchcok tahun 1941, Rebecca (1938) karya Daphne du Marie, dan dongeng klasik Prancis Bluebeard (1697). Novel terbaru genre ini adalah Silent Wife, yang juga sudah diterjemahkan dan belum lama terbit di Indonesia. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>