Dr. Ben Carson adalah seorang dokter ahli bedah otak anak terbaik di dunia. Siapa mengira dia dibesarkan oleh seorang ibu yang hanya lulusan kelas 3 sekolah dasar tak lancar membaca dan tak hapal perkalian?

Mengapa Bennie kecil yang mulanya sulit menghapalkan perkalian dan hanya tergila-gila menonton televisi akhirnya berubah menjadi rajin membaca dan sangat cerdas? Ternyata ibunya lah yang membentuknya.

Web foto-read aloud
www.scholastic.com

Sonya Carson adalah orangtua tunggal yang harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga.  Dia tak punya waktu untuk menemani anak-anak belajar. Bennie adalah anak bungsu. Dia sangat santai di kelas, tidak pernah belajar keras.  Di rumah, waktunya habis untuk menonton televisi.  Nilai rapornya jauh dari memuaskan.

Melihat nilai raport Bennie, ibunya berkata, “Kamu lebih cerdas daripada kata rapor. Tapi, kamu harus menghapalkan perkalian.” Dan  Bennie tak boleh keluar rumah sebelum hafal perkalian. Hasilnya nilai matematika Bennie menjadi baik.

Melihat anak-anaknya selalu di depan televisi, sang ibu akhirnya memutuskan untuk mewajibkan kedua putranya pergi ke perpustakaan, dan meminjam dua buku. Kemudian di akhir pekan, Bennie dan kakaknya harus menuliskan ringkasan isi buku yang sudah dibaca.  Keduanya tak suka aturan itu, tapi mereka tak bisa membantah. Ternyata, Bennie menjadi lebih lancar membaca, nilai raportnya membaik, lulus SMU dengan cemerlang, peringkat tiga di sekolah. Bennie  kuliah psikologi, lalu melanjutkan sekolah medis, kakaknya kuliah dan lulus menjadi insinyur.

Kisah keluarga Carson sudah dibukukan, juga difilmkan untuk inspirasi semua. Jim Trelease, dalam The Read-Aloud Handbook mencatat dua hal penting dari kisah keluarga Carson: Read aloud handbook

  1. Nyonya Carson TIDAK membuang televisi—dia MENGENDALIKAN televisi.
  2. Dengan harapan besar terhadap anak-anaknya, dia menuntut tingkah laku yang sesuai dari mereka, dan membiasakan membaca buku.

Nyonya Carson, dengan caranya telah memaksa diri ‘membesarkan’ anak-anaknya. Pada akhirnya Bennie dan kakaknya menjadi ‘orang besar’.  Banyak orangtua tidak bertindak seperti Sonya Carson dan hanya ‘menonton’ anak-anak mereka tumbuh besar tanpa memaksa mereka dengan aturan yang baik. [rst]