TGOTT

Di Inggris, peminat  cerita fiksi menurun drastis dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan laporan www.telegraph.com, penurunan penjualan buku fiksi mencapai angka 25% dalam lima tahun terakhir.

Tidak ada data tertulis tentang penyebab turunnya minat baca cerita fiksi ini, tapi pengamat literasi Inggris mengatakan penurunan ini disebabkan kurangnya ketersediaan waktu luang untuk membaca. Masyarakat lebih banyak mengisi waktu luang untuk menonton televisi dan aktif di media sosial.

Tahun 2015 misalnya, angka penjualan novel di Inggris turun 7% dari tahun sebelumnya.  Sedangkan penjualan non-fiksi meningkat sebesar 9%. Novel digital juga mengalami penurunan penjualan, sedangkan buku-buku non-fiksi seputar diet, resep masakan, biografi, dan buku mewarnai untuk dewasa yang kini jadi tren di Inggris, meningkat penjualannya.

Selain kurangnya waktu membaca novel karena waktunya dialihkan untuk media sosial dan televisi, faktor lain yang mengurangi angka penjualan novel adalah perubahan sikap masyarakat yang lebih reaktif terhadap buku non-fiksi. Fakta ini juga menggembirakan kalangan penerbit, bahkan menambah semangat kalangan penerbit. Hal ini karena peningkatan penjualan non-fiksi tidak terbatas di dalam negeri, tapi merambah penjualan di luar Inggris. Nilai ekspor buku dari Inggris dilaporkan mencapai 54% dari total penerimaan.

Berikut 10 buku best seller di Inggris, tahun 2016:

1. Harry Potter and the Cursed Child script – J K Rowling, Jack Thorne, & John Tiffany
2. The Girl On The Train – Paula Hawkins
3. Lean in 15 – Joe Wicks
4. Midnight Gang – David Walliams
5. The World’s Worst Children – David Walliams
6. Lean in 15 Shape Plan – Joe Wicks
7. After You – Jojo Moyes
8. Guinness Book of World Records
9. Five on Brexit Island – Bruno Vincent
10. Diary of a Wimpy Kid: Double Down – Jeff Kinney

Dari data tersebut kita bisa menyimpulkan, penjualan total fiksi boleh menurun, namun tetap saja fiksi semacam Harry Potter dan The Girl on The Train akan selalu jadi primadona. [rst]