biography

Pernah atau suka membaca buku biografi? Beruntunglah bagi pembaca biografi, karena setidaknya ada 5 manfaat bagi pembaca buku-buku biografi.

  1. Biografi adalah tentang pencapaian yang sudah diraih seseorang. Entah dia negarawan, sastrawan, aktor, atau siapa pun. Kita bisa melihat sisi perjuangan dalam hidup seseorang. Misalnya, biografi tentang Kartini, pahlawan nasional. Banyak buku seputar kisah perjuangan wanita asal Jepara ini, misalnya saja karya Pramudya Ananta Toer, Panggil Aku Kartini Saja, Kartini (novelisasi dari naskah film Kartini, yang disebut juga dengan istilah biopic atau biographical movie), dan tentu saja Habis Gelap Terbitlah Terang.
  1. Biografi bisa menjadi petunjuk tentang hal-hal yang baik untuk ikut dilakukan, dan sebaliknya, hal-hal tak baik yang tidak semestinya diikuti. Kisah hidup teladan umat Islam, Muhammad Saw adalah biografi yang patut dibaca semua umatnya.  Dalam bentuk sirah, kita bisa membaca Teladan dan sikap kesehariannya yang ditulis ulama Saudi Muhammad bin Abdurrahman, dalam seri Fattabiuni, Ikuti Sunnahku, adalah salah satu contohnya.
  1. Biografi mampu meningkatan kemampuan berempati. Kita akan lebih mudah merasa sedih atau terharu membaca pengalaman hidup seseorang, dan juga merasakan kebahagiaan yang dibagi dalam suatu biografi.
  1. Biografi mengajak kita untuk ikut berpikir. Ketika kita mengikuti pengalaman seseorang dalam sebuah buku biografi, kita akan ikut memikirkan beberapa hal yang berkaitan dengan pengalaman tersebut. Kita akan berpikir apa yang akan dilakukan jika kita adalah sang tokoh. Kita juga akan belajar untuk bertindak dengan tepat ketika menghadapi situasi yang sama. Buku 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia (Michael H. Hart) adalah contoh  yang memuat banyak pengalaman tokoh dalam satu buku.
  1. Biografi akan menularkan semangat dan optimisme. Maka sering-seringlah membaca biografi tokoh-tokoh penting.  Bacalah kisah-kisah perjuangan dan pengalaman seseorang dalam menegakkan syiar Islam misalnya. 100 Muslim Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah bisa jadi bacaan untuk mengenal tokoh-tokoh Muslim dengan sumbangsih dan peranannya dalam dakwah Islam. Kita juga bisa membaca pengalaman religi Peggy Melaty Sukma yang baru menerbitkan tiga buku sekaligus serentak di bulan Mei 2017, Ya Rabbana, Aku Ingin Pulang; Kun Fayakun! Menembus Palestina; dan Kuketuk Langit dari Kota Judi: Menjejak Amerika. Meski buku-buku Peggy ini lebih tepat dikategorikan sebagai memor.  [rst]