DSC03230

Menurut Seno Gumira Ajidarma, menyalahkan pembaca atas menurunnya minat pada sastra adalah sebuah kekeliruan. Penulis buku kumpulan cerpen Dunia Sukab tersebut, lebih suka menudingnya sebagai ketidak ampuan sastra menjadi karya.

Selanjutnya dia menilai ada tiga hal yang menjadi alasan kenapa sastra terasa jauh dari masyarakat dan membuat pembacanya alergi. Dia menyebutnya sebagai 3 Mitos Sastra yang harus dihancurkan, katanya.

(Baca juga: Apa Kata Dua Sastrawan Maestro Ini Tentang Minat Baca Generasi Millennial?)

Seno Gumira Ajidarma berfoto bersama beberapa pengunjung.
Seno Gumira Ajidarma berfoto bersama beberapa pengunjung.

“Yang pertama, sastra itu curhat. Curhat itu kan nggak macho tuh. Sentimentil dan cengeng. Kedua bahasa sastra itu mendayu-dayu. Rumit dan tidak kita kenal. Ketiga berisi pedoman hidup. Petuah-petuah. Saya kira bukan hanya zaman sekarang saja, zaman dulu pun orang tidak suka dipetuahi, apalagi anak muda,” ungkapnya pada satu sesi diskusi bersama Budi Darma di Galeri Indonesia Kaya dalam acara Menjadi Manusia dengan Sastra pada Minggu (11/2).

(Baca juga: Penulis Ibarat Psikolog)

“Kalau mitos-mitos ini masih ada, selamanya sastra akan berjarak,” lanjutnya, “kecuali yang hobinya mendengar nasihat-nasihat, padahal sudah punya agama.” []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>