instagram.comjaneaustenshousemuseum (4)

instagram.comjaneaustenshousemuseum (2)

Bertahun lalu, ketika personal grup Coldplay, Chris Martin sedang dalam masa galau yang parah karena menghadapi perceraian dengan aktris Gwyneth Paltrow, seorang teman memberinya buku puisi Jalaluddin Rumi. Martin membaca puisi-puisi itu dan dia merasa ada perubahan besar dalam dirinya setelah membaca puisi Rumi terjemahan Coleman Barks.

Maka dia mengambil beberapa bagian puisi Rumi dalam sebuah lagu Coldplay.

This being human is a guest house

Every morning a new arrival

A joy, a depression, a meanness,

some momentary awareness comes

 as an unexpected visitor.

Bait puisi tersebut adalah sebagian kecil syair dari Matsnawi.

instagram.comjaneaustenshousemuseum (3)Jauh sebelumnya, Madonna pun memiliki pengalaman mirip  Chris Martin, menemukan ‘sesuatu’ dari Rumi dan memasukkan syair Rumi dalam sebuah lagunya.

Syair-syair Rumi yang diterjemahkan Coleman Barks, belakangan menjadi buku puisi terlaris di AS. Tren terbaru di AS adalah membacakan puisi Rumi pada upacara pernikahan. Sebelum Coleman Barks, sebenarnya sudah ada  kumpulan puisi Rumi berbahasa Inggris  lewat terjemahan R. A. Nicholson, A. J. Arberry, dan Annemarie Schimmel. Namun rupanya, karya Coleman Barks lebih diterima sebagai terjemahan dengan ‘rasa’ terlezat.

Barks sendiri adalah Doktor di bidang sastra Inggris yang sebelumnya menetbitkan kumpulan puisi karyanya sendiri. Dia membaca karya-karya Jalaluddin Rumi yang diterjemahkan Arberry, dari buku pemberian Robert Bly, koleganya. Menurut Bly, ada baiknya Barks menulis ulang syair-syair Rumi terjemahan Arberry yang dia rasa masih seperti terbebox set rumi_03lenggu. Arberry sendiri menerjemahkan syair Rumi pada masa  Victoria. Maka Barks mulai membuat terjemahannya sendiri.  Belasan buku sudah diterbitkannya. Dan, ternyata, publikasi karya Rumi yang dipoles Barks, lebih disukai pembaca AS dari buku Rumi berbahasa Inggris sebelumnya. Semakin banyak warga AS membaca karya Rumi setelah karya Barks menjadi best seller.  Bagi Barks sendiri, tulisan-tulisan Rumi seperti “sebuah misteri yang membuka hati”

Dalam kasus Chris Martin, puisi Rumi adalah obat, candu yang menyehatkan. Itulah pula yang dirasakan Haidar Bagir setelah mengeksplorasi karya Rumi. Haidar menginterpretasi karya Rumi dan menguraikannya menjadi catatan-catatan khusus dalam buku Belajar Hidup dari Rumi dan Mereguk Cinta Rumi. [rst]


Sumber: www.newyorker.com