013

“Manusia itu kadang-kadang suka memperlakukan Tuhan seperti pembantu yang bisa disuruh-suruh. Dia yang punya keinginan, Tuhan yang kerepotan.” Itulah sebagian kalimat renungan yang ditulis Denny Siregar, penggiat media sosial, dalam buku yang baru diluncurkan pekan ini, Tuhan dalam Secangkir Kopi. Denny ialah penggiat media sosial dan statusnya di Facebook–kadang pendek, kadang panjang digemari para kohornya yang jumlahnya puluhan ribu.

Ngopi bareng denny siregar -Tuhan dalam secangkir kopi 160429 FA curve rgb“Saya hanya menjawab pertanyaan Facebook, apa yang sedang Anda pikirkan,” katanya saat peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis (16/6). Pikiran-pikiran Denny tentang Tuhan dan agama, khususnya Islam, itulah yang dituangkan di dalam buku setebal 200 halaman tersebut. Di dalam buku itu, lewat tulisan-tulisan lepasnya, Denny lebih banyak menyoroti dan mengkritik cara umat beragama, terutama Islam, dalam berhubungan, memperlakukan dan berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam bab berjudul ‘Bahagia’, misalnya, Denny cuma menulis seperti ini, ‘Tuhan, kenapa aku tidak bahagia?’

“Karena kamu mengukur bahagia menurut ukuranmu dan ukuran orang lain. Kamu tidak pernah mengukur bahagia menurut ukuran-Ku.” ‘Kamu menciptakan neraka dalam akalmu sendiri, sedangkan Aku memberikan surga. Teruslah mengeluh dan peliharalah neraka dalam akalmu sepuasmu’. (halaman 101). Denny yang gemar minum kopi itu rupanya menemukan Tuhan dalam cangkir kopinya, dan membagi-bagikan kenikmatan kopinya kepada banyak orang tanpa sekat agama.

Oleh: Gantyo Koespradono

Sumber: Media Indonesia